Install Windows XP pada HDD SATA dengan nlite

5/24/2010 / Posted by santosjerico / comments (0)

Jika komputer (pc/laptop) anda menggunakan harddisk type SATA dan memilih untuk menginstal Operating System Windows XP, kemungkinan pada saat anda menginstall windows XP belum bisa mengenali Harddisk SATA tersebut, tetapi hardisk anda dapat dikenali oleh bios, jika hal ini terjadi maka anda harus menginjeksikan driver sata komputer anda ke dalam file windows installer. Biasanya file driver sata sudah ada dalam cd driver notebook/mainboard yang anda peroleh pada saat anda membeli komputer.(jika cd ini tidak ada mintalah ke penjual komputer anda).


Jika driver satanya tidak ada di cd tersebut, anda bisa mencari di situs pembuat komputer anda, Pada situs tersebut masuk ke tab driver, kemudian lakukan browse dan gunakan kata kunci sesuai spesifikasi komputer anda. Untuk notebook gunakan kode atau seri notebook anda :
misal: (laptop) Acer Travelmate 6291, (Pc) gunakan type dan seri mainboard misal : Gigabyte GA-P31-S3G

Keterangan: Dari pengalaman pribadi, beberapa komputer atau notebook sekarang ada yang tdk perlu melakukan injeksi driver sata, misalnya notebook acer type terbaru rata2 tdk membutuhkan driver sata, hanya perlu melakukan pengaturan interface hardisk pada bios, jika ingin menginstal windows XP maka ubah interface hardisk ke IDE, jika ingin instal windows vista ubah setting interface hardisk ke ACHI.

Setelah anda memperoleh driver sata komputer anda, yang anda perlu lakukan hanya melakukan injeksi driver sata tersebut

Software untuk menginjeksi driver sata ke windows installer adalah nlite (merupakan software freware), anda bisa mendownload software tsb di situs : http://www.nliteos.comatau http://www.nliteos.com/download.html


Setelah terdownload, coba instal nlite, jika tidak bisa terinstal biasanya di komputer anda perlu diinstal service pack windows XP, yaitu NET Framework 2.0
dapat anda download di:
http://www.nliteos.com/download.html , http://www.microsoft.com/downloads atau dihttp://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=79bc3b77-e02c-4ad3-aacf-a7633f706ba5&DisplayLang=en

1. Langkah selanjutnya adalah memulai proses injeksi driver sata ke windows installer. Proses ini harus anda lakukan di komputer teman yang sudah aktif windowsnya.
Copy seluruh isi cd windows installer ke dalam hardisk, beri nama direktori misal:WinXPSP2
Kemudian jalankan program nlite


2. Klik Next


3. Klik Browse, arahkan ke direktori yang berisi file windows installer ( D:WinXPSP2)



4. Klik Next



5. Klik Next, maka akan muncul kotak dialog berikut:


6. Klik Driver dan Bootable ISO hingga tombolnya berwarna hijau
(Driver : untuk mengintegrasikan driver misal driver sata ke dalam wiindows installer, anda juga bisa memasukkan driver yg lain)
(Bootable ISO agar windows installer yang anda buat bisa booting secara otomatis pada saat telah dicopy ke CD)
Klik tombol Next


7. Pilih Multiple driver folder jika drivernya lebih dari satu, jika hanya satu file saja pilih single driver


8. Cari file yang berisi driver sata komputer anda, setelah ketemu kilk OK


9. Klik Ok



10. Klik OK


11. Klik Yes pada kotak dialog "Do you want to start the process?"


12. Klik Next (Anda sudah berhasil mengintegrasikan driver sata ke windows installer), selanjutnya anda akan membuat file ISO atau langsung diburning ke CD blank


13. Sekarang anda bisa membuat dulu ISOnya, atau langsung memburning ke CD blank. Masukkan CD ke CD RW Drive kemudian tekan tombol Burn,
Selamat anda sudah mempunyai file master windows installer buatan sendiri.

14. Langkah selajutnya adalah kembali ke komputer pertama anda, jalankan komputer dan atur setting bios agar booting dimulai dari CD ROM.

15. Silahkan anda melakukan instalasi file windows installer dengan CD tadi, ikuti instrkusinya, pasti tidak akan minta driver sata lagi dan hardisk sata anda sudah dapat dikenali oleh Windows XP (jika belum dikenali berarti masih ada file driver sata yang belum anda injeksikan ke windows installer, silahkan lakukan kembali prosedur 1 s/d 12 untuk memperbaikinya)

Semoga sukses.....!!!!!!
READ MORE - Install Windows XP pada HDD SATA dengan nlite

TOOLS ketika komputer terserang VIRUS

5/24/2010 / Posted by santosjerico / comments (0)

Judul diatas adalah kependekan dari 12 tool yang harus kita punya ketika ingin membersihkan/memperbaiki komputer dari virus secara manual (disamping anti virus). Ketika virus yang bagus dan kuat menginfeksi komputer, kebanyakan dari virus tersebut akan mendisable berjalannya Task Manager (taskmgr.exe), Registry Editor (regedit.exe), Command Prompt (cmd.exe), System Configuration Utility (msconfig.exe), folder option dan menyembunyikan Run dari Start Menu. Alasannya adalah karena kemungkinan para user yang mahir komputer dapat me-remove virus dengan menggunakan program-program tsb.

Ketika kita tidak bisa menjalankan Task Manager, kita tidak bisa mematikan proses virus. Paling tidak kita bisa menggunakan perintah taskkill pada Command Prompt, tapi sekali lagi kita tidak bisa melakukan itu jika CMD pun telah di disable, mungkin kita bisa menjalankan msconfig untuk menghentikan virus dari auto startup, tapi tetap tidak bisa jika virus mendisablenya. Bagi para user advance yang mempunyai basic registry dan dengan cara itu mereka bisa secara manual me-remove virus dari list auto start up, tapi tetap tidak akan bisa juga jika file registry (regedit.exe) didisable. Begitu pula folder option dan proses-proses lainnya yang didisable untuk memperpanjang kinerja virus itu sendiri.


Jadi untuk hal-hal yang bersifat darurat, ada tool-tool pengganti yang bisa digunakan ketika tools asli windows banyak yang didisable, dari 12 tool yang akan sedikit dibahas disini hanyalah 6, yaitu :


1. Process Explorer sebagai pengganti Task Manager (taskmgr.exe)

Task Manager sangatlah penting karena dari situ kita bisa melihat hampir seluruh proses

Yang sedang berjalan di windows, begitu juga jumlah memory yang terpakai dan CPU yang terpakai. Jika kita menemukan sesuatu yang mencurigakan disitu, kita bisa akhiri prosesnya (terminating). Jika kita tidak bisa menggunakan Task Manager dan mendapatkan pesan “Task Manager has been disabled by your administrator”, kita bisa menggunakan Process Explorer. Tool ini portable kita bisa menyimpannya di usb drive.


2. RegAlyzer sebagai pengganti Registry Editor (regedit.exe)

Tanpa kemampuan untuk mengakses registry Windows, kita tidak bisa secar manual membuat perubahan sama sekali, tidak bisa mengimpor file registry (REG files). Ketika virus telah mendisable regedit kita dapat menemukan sebuah pesan ““Registry editing has been disabled by your administrator”, ketika kita menjalankannya. Alternatif yang bagus adalah dengan menggunakan RegAlyzer, dikembangkan oleh Spybot. RegAlyzer membutuhkan isntalasi, tapi kita bisa copy semua folder yang talh jadi ke usb drive dan menjalakannya secara portable.


3. GS sebagai pengganti Command Prompt (cmd.exe)

Command prompt adalah tool yang powerful yang mendukung banyak perintah (commands) ketika kita menemukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan di windows. Jika kita menjalankan command prompt dan mendapatkan pesan “The command prompt has been disabled by your administrator. Press any key to continue”, kita dapat menggunakan GS. GS adalah pengganti cmd, GS freeware dan portable.


4. Run Dialog Replacement 1.0 sebagai pengganti Kotak Dialog Run

Beberapa virus juga menghilangkan perintah run dari Start Menu dan tidaklah mudah untuk memunculkannya. Walaupun hal ini tidak begitu penting. Tapi Run memudahkan kita untuk melakukan perintah yang penting. Run Dialog Replacement V.1.0 cukup kecil, hanya berukuran 48 kb dan juga portable. Gunakan perintah Run dengan hanya menekan ctrl+R.


5. Autoruns sebagai penganti System Configuration Utility (msconfig.exe)

Msconfig adalah tempat pertam kali saya untuk melakukan pemeriksaan ketika komputer jika computer terinfeksi virus. Jika kita menjalankan msconfig dan klik tab startup, maka akan terlihat seluruh program yang akan berjalan ketika windows baru start. Para pembuat virus sangat awas mereka biasanya mendelete file original msconfig atu mengganti lokasi aslinya dari registry windows. Jika kita menemukan pesan “Windows cannot find ‘msconfig’. Make sure you typed the name correctly, and then try again. To search for a file, click the Start button, and then click Search.” ketika mengakses msconfig. Alternatid yan bagus untuk itu adalah tool Autoruns, satu publish dengan Process Explorer. Autoruns mempunyai banyak keterangan dari lokasi berjalannya suatu proses dari startup, menunjukkan program yang megnkonfigurasi ketika system booting dan login.


6. FreeCommander sebagai pengganti Folder Option

Saya telah banyak mencoba memanage file dan kebanyakan dari padanya merubah "show hidden files or hide protected opering system" dari setingannya pada windows. Jika virus tetap aktif di memory, maka masih bisa merubah setting untuk mendisable dari melihat file-file yang di sembunyikan (hidden) dan file system. FreeCommander adalah tool yang dapat melakukan aksi seperti folder option, tool ini portable. Kita dapat mengextract semua filenya ke usb drive.

Tool yang lain mempunyai fungsi yang hampir sama, dintaranya yaitu:

- autorun management application
- Proccess Master
- Sohand Removal tool
- Files And Folders Reset attrebiutes
READ MORE - TOOLS ketika komputer terserang VIRUS